Infrastruktur Data Center – (Part 1)

dc_pic

Data Center 

atau Pusat Data merupakan  fasilitas yang digunakan untuk penempatan beberapa kumpulan  server  atau sistem   komputer   dan   sistem   penyimpanan   data  (storage)  yang   dikondisikan   dengan   pengaturan catudaya,  pengatur  udara,  pencegah bahaya kebakaran dan biasanya dilengkapi  pula dengan sistem pengamanan fisik.

Infrastruktur Data Center :
Merupakan perangkat yang digunakan pada system data center, berfungsi sebagai
kelengkapan kinerja data center tersebut, seperti…

  • – Ruangan yang tahan akan api
  • – Management kabel yang teratur
  • – Sistem keamanan perangkat yang sesuai
  • – Pendingin ruangan yang selalu terjaga

-=Ruangan Data Center=-

Suatu bangunan / fasilitas yang digunakan sebagai tempat pusat suatu system data . Fasilitas tersebut harus terjaga kesinambungannya agar suatu system data tidak mengalami gangguan baik dari segala faktor.
Beberapa ruangan yang sering dipergunakan pada infrastruktur data center adalah:

  • – Ruang Server
  • – Ruang Network
  • – Ruang Power
  • – Ruang NOC
  • – Ruang Staging area
  • – Ruang library, dll
hal tersebut dikarenakan setiap ruangan mempunyai fungsi dan kegunaan yg berbeda.

-=Design Data center yg ideal=-

Kriteria perancangan sebuah data center secara umum antara lain adalah:
Ketersediaan Data center diciptakan untuk mampu memberikan operasi yang berkelanjutan dan terus-menerus bagi suatu perusahaan baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan terjadinya suatu kerusakan yang berarti atau tidak. Data center harus dibuat sebisa mungkin mendekati zero-failure untuk seluruh komponennya.
Scalability dan FlexibilityData center harus mampu beradaptasi dengan pertumbuhan kebutuhan yang cepat atau ketika adanya servis baru yang harus disediakan oleh data center tanpa melakukan perubahan yang cukup berarti bagi data center secara keseluruhan.
SecurityData center menyimpan berbagai aset perusahaan yang berharga, oleh karenanya sistem keamanan dibuat seketat mungkin baik pengamanan secara fisik maupun pengamanan non-fisik.
Kriteria tersebut diaplikasikan pada beberapa aspek berikut:

ASPEK ASPEK MELIPUTI-LOKASI

  • Berada di luar radius mitigasi bencana/gunung berapi (>15km)
  • Tidak berada dalam jalur patahan geologi
  • Jika merupakan data center untuk Disaster Recovery, minimum berjarak > 40km dari data center utama
  • Cukup tersamarkan dari pengenalan publik (tidak ekspose)

-SARANA PENUNJANG

  • Generator listrik cadangan
  • Catuan PLN, dengan minimum 2 sumber pembangkit yang berbeda untuk tier tinggi
  • Uninterruptible Power Supply (UPS), dengan baterai berkapasitas memadai yang mampu menyediakan pasokan daya sebelum Genset dihidupkan
  • Pengatur udara (HVAC, Heating, Ventilation, and Air Conditioning), yang mampu menjaga suhu dan kelembaban
  • Sistem Pentanahan (Grounding), tahanan pentanahan terintegrasi < title=”Ohm” href=”http://id.wikipedia.org/wiki/Ohm”>ohm
  • KOMUNIKASI
  • Memiliki koneksi komunikasi data network lebih dari 1 sumber dengan lebih dari 1 operator untuk tier tinggi
  • Jika diperlukan, penyiapan koneksi komunikasi data dapat menggunakan akses satelit
  • Penyiapan jalur komunikasi untuk kordinasi dan komando, misal menggunakan Radio HF/SSB
  • Pengamanan jalur komunikasi untuk menjaga confidentiality suatu data /informasi

-=Infrastruktur Keamanan Data Center=-

Terdiri dari sistem pengamanan fisik dan non-fisik pada data center. Fitur sistem pengamanan fisik meliputi akses user ke data center berupa kunci akses memasuki ruangan (kartu akses atau biometrik) dan segenap petugas keamanan yang mengawasi keadaan data center (baik di dalam maupun di luar), pengamanan fisik juga dapat diterapkan pada seperangkat infrastruktur dengan melakukan penguncian dengan kunci gembok tertentu. Pengamanan non fisik dilakukan terhadap bagian software atau sistem yang berjalan pada perangkat tersebut, antara lain dengan memasang beberapa perangkat lunak keamanan seperti access control listfirewallIDS dan host IDS, fitur-fitur keamanan pada Layer 2 (datalink layer) dan Layer 3 (network layer) disertai dengan manajemen keamanan.

Juga Keamanan untuk system data center seperti

  • -WDS (Water Detection System)
  • -EMS (Enveromental Monitoring System)
  • -BMS (Base Management System)
  • -FM 200 (Gas Dicharge)
  • -CCTV ( Closed Circuit TeleVision)

-=Tier pada Data Center=-

Design data center berangkat dari kebutuhan yang ada, untuk kemudian didefinisikan berbagai perlengkapan IT yang diperlukan beserta pemilihan teknologi berbarengan dengan designs infrastruktur data center yang lain. Ada 4 tier dalam perancangan data center yang setiap tiernya menawarkan tingkat availabilitas yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan suatu data center menurut TIA 942 (Telecommunication Industry Association). Berikut diberikan tabel spesifikasi setiap tier pada data center:

PARAMETER TIER I -BASIC TIER II – REDUNDANT COMPONENTS TIER III – CONCURRENTLY MAINTAINABLE TIER IV – FAULT TOLERANT
Tingkat availabilitas 99.671% 99.741% 99.982% 99.995%
Sifat terhadap gangguan (terencana atau tidak) Rentan Agak Rentan Tidak rentan terhadap gangguan terencana (karena sudah ada skenario penanggulangan), namun masih rentan terhadap gangguan tidak terencana Tidak Rentan
Keadaanpower dancooling distribution Single path with no redundancy Single path with redundant component (N+1) Multiple power and cooling distribution path tetapi hanya satupath yang aktif, termasuk komponen yang redundant (N+1) Multiple active power and cooling distribution pathtermasuk komponen yang redundant 2(N+1)
Ketersediaanraised floor,UPS,generator Bisa ada maupun tidak Harus punya raised floor,UPS dan generator Harus punya raised floorUPS dangenerator Harus punya raised floorUPS dangenerator
Waktu implementasi 3 bulan 3-6 bulan 15-20 bulan 15-20 bulan
Downtimetahunan 28.8 jam 22.0 jam 1.6 jam 0.4 jam
Cara untuk melakukan maintenance preventif Harus dishutdownkeseluruhan Hanya untuk power pathdan beberapa bagian lain dari infrastruktur yang memerlukan prosesshutdown Memiliki kapasitas tambahan dan distribusi yang cukup untuk menampung beban yang dipunyai sistem utama ketika sistem tersebut di maintenance
Skala data center yang cocok dibangun Kecil Sedang Besar (skala enterprise) Besar (skala enterprise)

Pengertian N di atas mengacu kepada cacah komponen yang diperlukan agar seluruh pusat data dapat beroperasi pada beban penuh. Sebagai contoh, apabila pusat data pada beban penuh memerlukan 5 unit AC, maka pusat data tier-4 mempersyaratkan total 2(5+1)=12 unit AC, 7 diantaranya sebagai cadangan. Untuk tier-3, maka hanya diperlukan 6 unit AC, hanya 1 sebagai cadangan.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s