VLan (Virtual Local Area Network)

Assalamualakum Wr.Wb.

Alhamdulillah trining CCNA  semester 1-4 telah usai. Tapi semangat untuk terus belajar tidak akan pernah usai… \(^^)/.  cmungud..cmungud..eaa..

Be te we, dari sekian banyak materi yang dibahas, ada beberapa chapter yang menurut saya menarik untuk di pelajari lebih serius (biasanya saya akan semangat kalo ketemu ilmu yang begini.:D) Dan pada kesempatan kali ini saya akan memperkenalkan dan menuangkat sedikit kedalam tulisan. Salah satu chapter yang menarik menurut saya adalah Vlan atau Virtual LAN.

Apakah anda pernah mendengar apa itu Vlan ? . Vlan atau Virtual LAN , sekumpulan komputer yg saling terhubung dan berkomunikasi dengan sesama segment . Kalau bahasa pemahaman saya biasanya saya analogikan dalam kasus begini, ketika sebuah gedung memiliki jaringan misalkan network A berada di lantai 1 merupakan bagian HRD dan network B berada di lantai 2 merupakan bagian Marketing. Dan suatu ketika kita ingin menambahkan user di HRD tetapi lokasi user tersebut berada  di lantai 2 dalam hal ini milik si bagian marketing. Kasus ini mungkin tidak masalah apabila benar antara lantai 1 dan 2, bisa tarik kabel dari lantai 1 ke 2, permasalahannya bagaimana kalau antara lantai 1 ke lantai 100..:D.

Untuk itu di buatlah Vlan, dalam hal ini kita hanya perlu konfigurasi switch pada setiap lantai dan membaginya dalam segmen-segmen, ini diperlukan untuk membuat network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan.

Pada konsepnya sebenarnya Vlan adalah permainan subneting yang terkonfigurasi di switch.

Saya gambarkan sebagai berikut :

vlan

Anggap kita sudah memahami bagaimana pembagian subnetting. Maka pertama Lakukan Pembagian IP dan Vlan :
1. 192.168.10.2   Vlan 10
2. 192.168.10.3   Vlan 10
3. 192.168.20.2   Vlan 20
4. 192.168.10.4   Vlan 30
5. 192.168.20.3   Vlan 20
6. 192.168.20.4   Vlan 20

Adapun untuk konfigurasi  Vlan nya adalah sebagai berikut :
Pada switch 1 dan 2 :
#Config t
#Vlan 10
#name hijau
#end
-Vlan 20 name kuning
-Vlan 30 name merah

#int fx/x   //port yang ke user.
#switchport mode access  //Memberikan access pada port ini
#switchport access vlan 10  //port ini di akses untuk vlan 10

…Lakukan pada semua IP di atas.

Kemudian kasus nya bagaimana cara menghubungkan user yang berada di switch 1 bisa terhubung ke switch 3, sedangkan pada contoh switch 1 terdapat 2 gateway?. Maka di gunakanlah trunking. Menurut pemahaman saya yaitu memberi akses vlan ke switch lain yang seharusnya 3 jalur tetapi di buat satu jalur.

Pada switch 3 :
#int f0/0
#switchport mode trunk //membagi jalur
#switchport trunk allowed vlan 10,10,20 //vlan yg masuk dari tiap jalur

#int f0/1
#switchport mode trunk
#switchport trunk allowed vlan 10,20,20

VTP dan STP
VTP (vlan Tranking Protocol) yaitu menurunkan configurasi dari parent ke child. Ini di gunakan untuk apabila switch yang digunakan banyak biasanya terdapat di jaringan besar, logikanya cukup menconfigure vlan di switch perent maka child nya akan mengikuti secara otomatis.

VTP ada 3 jenis : Server, Client, Transparant.

Jadi secara otomatis jaringan tersebut akan menunjuk switch mana sebagai server dan switch mana sebagai client berdasarkan konsep perent child tadi.

STP (Spanning Tree Protocol) yaitu digunakan untuk mencegah looping ketika ada configurasi redundance pada jaringan.
Untuk menentukan jalurnya ditentukan dengan cost dan nilai terkecil.
Namun pada teknis dilapangan menurut Pengajar saya (sebut saja pak nur.hehe) 2 protocol ini jarang sekali dijumpai, permasalahnnya VTP adalah fitur milik perangkat Cisco, sedangkan kasus nya dalam satu jaringan tidak semua perangkat menggunakan Cisco. Untuk itu saya tidak menjelaskan lebih lanjut..:D

Tambahan :

1. Secara default switch terconfigure Vlan 1.
2. Trunk memberikan akses vlan ke switch lain menjadikan 1 jalur/port.
3. Ketika ada user terdapat di switch yang tidak terconfigure vlan, atau biasanya terdapat pada hub. Maka di configure pada switch lain dengan menggunakan native vlan (frame untag).
4. Satu network boleh beda vlan, tetapi satu vlan tidak boleh beda network.

Demikian sedikit tulisan saya semoga bermanfaat bagi yg membaca.;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s